Clinical Pharmacy Excellence Program
Mengembangkan Clinical Pharmacist yang kompeten dan siap menghadapi masa depan dengan kemampuan memimpin dan memberikan pelayanan farmasi klinik yang berdampak di lingkungan Siloam Hospitals.
Neck Mechanical Pain
Course ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif dalam menangani pasien dengan diagnosis Neck Mechanical Pain, berdasarkan pendekatan klinis yang berbasis evidensi.
Penatalaksaan Fisioterapi - Nyeri Pinggang Bawah Miogenik
Nyeri pinggang bawah miogenik adalah salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering ditemui dalam praktik fisioterapi. Kursus ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang definisi nyeri pinggang bawah miogenik, anatomi paralumbal, serta patofisiologi yang mendasarinya. Selain itu, peserta akan mempelajari berbagai tindakan terapi fisioterapi yang dapat diterapkan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi pasien. Melalui kursus ini, diharapkan peserta dapat mengembangkan keterampilan dalam mengevaluasi serta menangani kondisi ini secara efektif.
Scoliosis Exercise 2023
A course by Refience Gratia Nalanda
From: Rehabilitasi Medik - Ancillary
Materi ini berisi topik yang menjadi standard pelayanan latihan khusus untuk pasien skoliosis
Standar & Praktik Rehabilitasi Medik
Kursus ini membahas regulasi Rehabilitasi Medik, standar pengisian rekam medis dan formulir, pengkajian risiko jatuh di rawat jalan, serta pencegahan infeksi dan pemeliharaan modalitas terapi. Dirancang untuk tenaga medis dan kesehatan, kursus ini membantu memastikan pelayanan rehabilitasi yang optimal dan sesuai standar.
Aspiring AMA Program 2024
Maternal Fetal Triage Index
Peserta mampu menjelaskan mengenai sistem triage obstetri menggunakan Maternal Fetal Triage Index.
ED SIAGA - Philosophical Learning
Course ini bertujuan untuk membangun kultur layanan ED yang responsif, komunikatif, menjunjung kesetaraan, unggul, dan berempati.
OBSTETRIC EMERGENCY
Kegawatdaruratan obstetrik mencakup berbagai kondisi medis yang memerlukan penanganan segera untuk melindungi kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi. Kursus ini bertujuan untuk memperkenalkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi perawat dan tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola kegawatdaruratan obstetrik dengan efektif.
Clinical Leadership - April 2025
Vaughan defines this as the process by which clearly unsafe practices are considered normal if they do not immediately lead to disaster: "a long incubation period [before ultimate disaster] with early warning signs being misinterpreted, ignored or missed entirely
Clinical Leadership - August 2025
Penerimaan pasien rawat inap adalah proses awal masuknya pasien yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Proses ini mencakup rujukan internal, penilaian medis, verifikasi administratif, alokasi tempat tidur, dan koordinasi antar unit seperti laboratorium dan farmasi. Keberhasilannya bergantung pada koordinasi cepat, ketersediaan tempat tidur, sistem informasi yang akurat, serta kesiapan SDM dan fasilitas. Di rumah sakit swasta, efisiensi proses ini berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan, kepuasan pasien, dan citra rumah sakit di tengah persaingan dan digitalisasi layanan kesehatan.
Clinical Leadership - December 2025
Stroke akut adalah suatu kondisi gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak akibat terhentinya suplai darah ke sebagian otak, baik karena sumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Gangguan aliran darah tersebut menyebabkan kematian sel-sel otak (infark atau perdarahan) yang menimbulkan defisit neurologis fokal atau global, yang berlangsung ≥24 jam, atau menyebabkan kematian tanpa penyebab lain selain gangguan vaskular. Gejala Utama Stroke (FAST / SeGeRa). Cara paling mudah mengenali stroke adalah dengan metode FAST:
·
F – Face drooping (Wajah
mencong)
Salah satu sisi wajah tampak turun atau mati rasa.
·
A – Arm weakness (Lengan
lemah)
Salah satu lengan sulit diangkat atau terasa lemah/mati rasa.
·
S – Speech difficulty
(Gangguan bicara)
Bicara pelo, cadel, atau sulit memahami pembicaraan.
Jika muncul salah satu gejala di atas → DARURAT.
Clinical Leadership - January 2025
Keselamatan pasien menjadi sebuah hal penting yang harus dipahami dan dikuasai dengan baik agar terciptanya budaya keselamatan pasien yang aman. Di negara berkembang, 1 dari 10 pasien terluka selama rawat inap akibat terjadinya kesalahan selama perawatan. Peristiwa buruk yang terjadi selama pemberian perawatan kesehatan adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas, hal ini memperkuat alasan pentingnya peran pemberian perawatan kesehatan yang berkualitas dan aman (Biresaw et al., 2020).
Clinical Leadership - July 2025
Pemberian obat yang aman dan efektif merupakan komponen krusial dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Proses ini melibatkan serangkaian kegiatan yang kompleks, mulai dari peresepan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga administrasi obat kepada pasien. Kesalahan dalam salah satu tahapan tersebut dapat menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan pasien, bahkan menyebabkan kejadian tidak diinginkan (KTD).
Menurut World Health Organization (WHO), medication errors menjadi salah satu penyebab utama kejadian yang dapat dicegah dalam sistem pelayanan kesehatan. Di Indonesia, implementasi manajemen pemberian obat di rumah sakit masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan, belum optimalnya penggunaan teknologi informasi, serta lemahnya sistem pelaporan dan analisis kesalahan.
Oleh karena itu, diperlukan sistem manajemen yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pemberian obat di rumah sakit. Hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan mutu layanan kesehatan dan akreditasi rumah sakit yang mensyaratkan adanya sistem pengelolaan obat yang baik sebagai indikator pelayanan yang berkualitas.
Clinical Leadership - June 2025
Pasien pasca operasi rentan terhadap komplikasi seperti infeksi, perdarahan, dan gangguan organ. Oleh karena itu, pengkajian dini dan sistematis sangat penting untuk mendeteksi perubahan kondisi secara cepat. Aspek yang dinilai meliputi tanda vital, luka operasi, pernapasan, sirkulasi, nyeri, dan kesadaran. Pengkajian harus dilakukan berulang karena perubahan kecil bisa menandakan komplikasi serius. Edukasi kepada pasien dan keluarga juga penting untuk persiapan pemulangan dan perawatan lanjutan. Tujuan utama pengkajian ini adalah memastikan stabilitas pasien, mendeteksi komplikasi, merencanakan intervensi, menjaga keselamatan, dan mempercepat pemulihan.
Clinical Leadership - March 2025
urveilans AFP (Acute Flaccid Paralysis) merupakan surveilans gejala yang dilakukan untuk menangkap kasus Poliomyelitis. Pada surveilans AFP perlu diketahui konsep surveilans polio/ AFP, Melakukan penemuan kasus, pengambilan dan pengiriman specimen, Sistim Kewaspadaan Dini (SKD) dan Respon, pencatatan dan pelaporan, pengolahan dan analisa data dan rekomendasi, dan penanggulangan KLB Polio. Surveilans AFP dilakukan dari tingkat Puskesmas, Rumah Sakit, Kabupaten, Provinsi dan Pusat. Oleh karena itu pengetahuan detail tentang hal tersebut perlu diketahui oleh setiap tingkatan tersebut dengan tugas dan wewenangnya masing-masing. Mengingat bahwa surveilans AFP ini dilakukan pada saat penyakit Poliomyelitis sedang dieradikasi sampai seluruh negara di dunia maka surveilans AFP harus dilakukan dengan sangat baik atau sempurna. (KEBIJAKAN SURVEILANS PENYAKIT YANG BISA DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) 2021 KEMENTERIAN KESEHATAN RI).
Clinical Leadership - May 2025
Pasien Jatuh adalah Kejadian di mana seorang pasien secara tidak sengaja terjatuh ke tanah, lantai, atau permukaan lain yang lebih rendah, baik disaksikan maupun tidak disaksikan, dan tanpa adanya tindakan yang disengaja dari pasien untuk menjatuhkan diri.
Clinical Leadership - November 2025
Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau Basic Life Support (BLS) merupakan
serangkaian tindakan pertolongan awal yang diberikan kepada seseorang yang
mengalami henti napas dan/atau henti jantung secara mendadak. Kondisi ini
merupakan keadaan gawat darurat yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja,
baik di rumah, di tempat kerja, maupun di fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya
pemberian BHD secara cepat dan tepat sangat menentukan keberhasilan dalam
mempertahankan fungsi vital organ, terutama otak dan jantung, hingga bantuan
lanjutan dapat diberikan.
